Young Age Marriage and Its Implications for Child Rearing Patterns in Potugu Village, Momunu District, Buol Regency

Authors

  • Nikmatul Masruroh Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia
  • Marhama S. Akibu Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia
  • Muhammad Rizal Masdul Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia
  • Abdul Halik Universitas Muhammadiyah Palu, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.35964/al-munawwarah.v18i2.815

Keywords:

Young-Age Marriage, Parenting, Emotional Maturity, Family, Child Education

Abstract

Marriage at a young age places adolescent couples in household and parenting roles before their psychological maturity, knowledge, educational attainment, and economic independence are fully developed. This study aimed to describe the factors underlying young-age marriage and to analyze its implications for parenting practices in Potugu Village, Momunu District, Buol Regency. A qualitative descriptive field-research approach was employed. Data were collected through observation, interviews with young couples, parents, and village officials, and documentation. The analysis involved data collection, reduction, display, and conclusion drawing. Data credibility was strengthened through source and method triangulation, prolonged observation, and peer discussion. The findings indicate that the couples married between the ages of 14 and 19. Contributing factors included personal preference, premarital sexual relations, low educational attainment, inadequate family supervision, economic pressure, and parental acceptance of marriage proposals before the children completed school. In parenting, some couples lacked sufficient knowledge and skills to care for, protect, and educate children according to their developmental needs. Emotional immaturity was reflected in anger, shouting, pinching, or hitting when children cried or were difficult to manage. The couples also relied on parents or parents-in-law for bathing, feeding, and caring for their children.

References

Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Dariyo, A., dkk. (tanpa tahun). Pemahaman Undang-Undang Perkawinan terhadap Penundaan Perkawinan Usia Dini di Indonesia. An-Nafs: Kajian Penelitian Psikologi, 5(1).

Fadlyana, E., & Larasati, S. (2009). Pernikahan usia dini dan permasalahannya. Sari Pediatri, 11(2), 136-141.

Hermawan, A. (2018). Pola asuh parental responsiveness dan parental demandingness dalam keluarga. Journal of Communication, 3(1), 105-123.

Isabella, A. P., dkk. (2021). Hubungan promosi kesehatan media massa dan motivasi diri terhadap perilaku pernikahan muda di Desa Waringin Jaya Kecamatan Bojong Gede Kabupaten Bogor. Journal for Quality in Women's Health, 4(1).

Khasanah, B. L., dkk. (tanpa tahun). Pola asuh ayah dalam perilaku prososial anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1).

Kusuma, A. (2010). Proposal Penelitian di Perguruan Tinggi. Bandung: Sinar Baru.

Langgulung, H. (tanpa tahun). Manusia dan Pendidikan. Jakarta: Al-Husna Zikra.

Lopies, I. J., & Nurrokhmah, L. E. (2020). Dampak perkawinan usia muda terhadap perkembangan pola asuh keluarga pada Kampung Inggris Distrik Biak Kota Kabupaten Biak Numfor, 15(2), 52-53.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Putri, F. S., & Lestari, T. (2021). Dampak pola asuh terhadap kemandirian anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(1), 1701-1706.

Rismawanti, V. (2020). Gambaran pengetahuan orang tua yang memiliki remaja tentang pernikahan usia dini di wilayah kerja kantor camat. Menara Ilmu, 14(2), 110.

Setiawan, H. (tanpa tahun). Pernikahan usia dini menurut pandangan hukum Islam. Journal of Islamic Studies, 3(2), 59-74.

Subagia, I. N. (2021). Pola Asuh Orang Tua: Faktor dan Implikasi terhadap Perkembangan Anak. Bandung: Nilacakra.

Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Taufiqurohman. (2020). Batasan usia perkawinan: sebuah tinjauan sosiologi hukum dan antropologi hukum. Jurnal Usratuna, 4(2), 7.

Ulwan, A. N. (tanpa tahun). Pedoman Pendidikan Anak dalam Islam. Semarang: Asy-Syifa.

Downloads

Published

2026-07-08

How to Cite

Masruroh, N., S. Akibu, M., Masdul, M. R., & Halik, A. (2026). Young Age Marriage and Its Implications for Child Rearing Patterns in Potugu Village, Momunu District, Buol Regency. Al-Munawwarah : Jurnal Pendidikan Islam, 18(2), 552–563. https://doi.org/10.35964/al-munawwarah.v18i2.815

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.